Latar Belakang : Penggunaan obat tradisional masih menjadi pilihan utama masyarakat, terutama di wilayah pedesaan, meskipun layanan kesehatan modern semakin mudah diakses. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional dalam pengobatan penyakit ringan di Puskesmas Sudiang, Kota Makassar. Metode : Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap 12 informan. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap efektivitas obat tradisional, pengaruh budaya keluarga, dan pertimbangan biaya menjadi faktor utama penggunaan. Masyarakat menganggap obat tradisional lebih aman, murah, dan mudah diakses. Namun, kurangnya pengetahuan tentang risiko penggunaan yang tidak tepat masih menjadi tantangan. Kesimpulan : Oleh karena itu, edukasi yang berbasis budaya lokal sangat dibutuhkan untuk penggunaan yang lebih aman dan rasional.
Copyrights © 2024