Perkembangan teknologi informasi (TI) telah mengubah paradigma pendidikan, namun kesenjangan gender dalam adopsi TI, rendahnya partisipasi siswi dalam aktivitas berbasis TI, serta ketimpangan infrastruktur dan literasi digital masih menjadi tantangan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesadaran TI di kalangan siswi SMA/SMK Kota Kendari, mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung, serta merumuskan rekomendasi strategis untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam bidang TI. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (kuantitatif-kualitatif) dengan sampel 200 siswi dan 30 peserta wawancara. Data dikumpulkan melalui kuesioner (Google Form), wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan dominasi penggunaan platform seperti Google Classroom (61%) dan YouTube (18,5%) untuk pembelajaran, namun 49% responden menghadapi kendala infrastruktur seperti sinyal internet tidak stabil. Literasi digital masih rendah, tercermin dari 22,5% siswi tidak memverifikasi informasi hoaks, serta kesadaran keamanan digital yang terbatas (29% paham teori tanpa praktik). Media sosial bersifat dualistik: 50% bermanfaat untuk kolaborasi, tetapi 34% menjadi sumber distraksi. Integrasi TI oleh guru belum merata (44% efektif vs. 34% kurang efektif). Implikasi penelitian menekankan perlunya kurikulum literasi digital, pelatihan teknis guru, dan kolaborasi multistakeholder untuk pemerataan akses dan pemberdayaan siswi di era ekonomi digital.
Copyrights © 2025