Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Vol. 13 No. 1 (2025)

UJI EFEKTIVITAS BAHAN AKTIF FLUXAPYROXAD 50% + PYRACLOSTROBIN 50% DENGAN PENAMBAHAN AGENS HAYATI Bacillus subtilis TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA (Colletotrichum gloeosporioides) PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.): EFFECTIVENESS TEST OF THE ACTIVE INGREDIENTS FLUXAPYROXAD 50% + PYRACLOSTROBIN 50% WITH THE ADDITION OF THE BIOLOGICAL AGENT Bacillus subtilis AGAINST ANTHRACNOSE DISEASE (Colletotrichum gloeosporioides) IN CAYENNE PEPPER (Capsicum frutescens L.)

Asyifa, Ana Nabilah (Unknown)
Abadi, Abdul Latief (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Mar 2025

Abstract

Penyakit antraknosa merupakan salah satu penyakit penting tanaman cabai rawit. Upaya pengendalian yang dilakukan yaitu menggunakan fungisida sintetik berbahan aktif fluxapyroxad 50% + pyraclostrobin 50%. Namun kedua bahan aktif tersebut memiliki spektrum luas sehingga berpotensi membunuh organisme non-target. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi dosis aplikasi fungisida sintetik dengan penambahan agens hayati Bacillus subtilis sebagai upaya menjaga keberlanjutan ekologi. Pengujian daya hambat dan kompatibilitas dilakukan secara in vitro, sementara aplikasi fungisida di lapang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahan aktif fluxapyroxad + pyraclostrobin dapat menghambat jamur patogen C. gloeosporioides baik secara in vitro dan in vivo. Penambahan agens hayati B. subtilis dapat mengurangi penggunaan fungisida sintetik di lapang. Pengaplikasian kombinasi fungisida sintetik 75% dengan B. subtilis bersifat kompatibel dan efektif dalam menekan intensitas serangan penyakit antraknosa dengan tingkat efektivitas fungisida serta hasil panen yang tidak berbeda nyata dengan dosis rekomendasi.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jhpt

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan ...