Penyakit antraknosa merupakan salah satu penyakit penting tanaman cabai rawit. Upaya pengendalian yang dilakukan yaitu menggunakan fungisida sintetik berbahan aktif fluxapyroxad 50% + pyraclostrobin 50%. Namun kedua bahan aktif tersebut memiliki spektrum luas sehingga berpotensi membunuh organisme non-target. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi dosis aplikasi fungisida sintetik dengan penambahan agens hayati Bacillus subtilis sebagai upaya menjaga keberlanjutan ekologi. Pengujian daya hambat dan kompatibilitas dilakukan secara in vitro, sementara aplikasi fungisida di lapang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahan aktif fluxapyroxad + pyraclostrobin dapat menghambat jamur patogen C. gloeosporioides baik secara in vitro dan in vivo. Penambahan agens hayati B. subtilis dapat mengurangi penggunaan fungisida sintetik di lapang. Pengaplikasian kombinasi fungisida sintetik 75% dengan B. subtilis bersifat kompatibel dan efektif dalam menekan intensitas serangan penyakit antraknosa dengan tingkat efektivitas fungisida serta hasil panen yang tidak berbeda nyata dengan dosis rekomendasi.
Copyrights © 2025