Masalah kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) di Kabupaten Sambas menjadi perhatian utama baik dari sisi penyelenggaraan jalan, lalu lintas, angkutan jalan, maupun pelaku usaha. Kendaraan ODOL berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, gangguan kelancaran lalu lintas, percepatan kerusakan jalan, bahkan keruntuhan jembatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas dalam mengatasi permasalahan kendaraan ODOL serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam upaya tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, yang mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas menjalankan peranannya melalui tiga aspek utama: sosialisasi, pengawasan, dan penindakan terhadap kendaraan ODOL. Namun, pelaksanaan tugas ini terkendala oleh beberapa faktor, seperti struktur hukum yang lemah (penegakan hukum), faktor budaya, keterbatasan sumber daya manusia, dan kebijakan yang belum optimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan kebijakan dan strategi pengawasan yang lebih efektif untuk mengatasi masalah kendaraan ODOL di Kabupaten Sambas.
Copyrights © 2025