Rawat diri adalah bentuk perhatian terhadap kebutuhan kesehatan fisik dan psikis diri sendiri. Seorang yang dapat melakukan rawat diri berarti mengetahui apa yang dibutuhkan dan apa yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Pemenuhan kebutuhan ini secara menyeluruh baik aspek fisik maupun psikis yang diidentifikasi dan dipenuhi secara mandiri atau diinisiasi oleh diri sendiri terlebih dahulu. Rawat diri sebagai bentuk kemandirian dan keterampilan hidup yang penting bagi remaja dapat dikenalkan lewat sekolah. Kelas pembinaan dapat mengenalkan dan memberdayakan remaja di sekolah dengan keterampilan rawat diri. Penelitian ini ingin melihat bagaimana kelas pembinaan dapat menjadi sarana yang tepat membangun konsep rawat diri remaja. Metode yang diterapkan adalah diskusi atau curah pendapat dengan asumsi bahwa remaja perlu diberikan ruang untuk menyampaikan apa yang menjadi pergumulannya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas, serta perlakuan yang dilakukan, terbukti bahwa metode pembelajaran diskusi melalui kelas pembinaan terbukti dapat meningkatkan konsep rawat diri siswa; dari mayoritas katagori Rendah (R) - Sedang (S) menjadi mayoritas Sedang (S) - Tinggi (T).
Copyrights © 2024