Kurangnya variasi dan penggunaan teknologi di dalam kelas, yang berdampak pada rendahnya antusiasme dan keterlibatan peserta didik, adalah hal yang mendorong penelitian ini. Hal ini mengganggu kapasitas kognitif mereka dan membuat mereka lebih sulit untuk menyerap materi pelajaran. Hambatan lain dalam pengembangan media interaktif di sekolah dasar adalah kelangkaan sumber belajar. Oleh karena itu, penggunaan dan pengembangan media yang lebih interaktif diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik dan mendorong mereka untuk belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana pembelajaran diimplementasikan dengan menggunakan media interaktif ClassPoint, mengukur perbedaan kemampuan kognitif di kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah perlakuan, memeriksa respon peserta didik, dan memastikan bagaimana media ini berkontribusi terhadap perkembangan kognitif peserta didik kelas V SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen. Terdapat 28 murid di kelas eksperimen dan 28 murid lainnya di kelas kontrol untuk penelitian ini. Dengan nilai yang lebih tinggi di kedua kelas setelah treatmen, hasil penelitian menunjukkan keberhasilan pembelajaran ClassPoint. Dengan nilai gain score sebesar 0,64 (kategori sedang), penerapan materi ini membantu meningkatkan kemampuan kognitif. Menurut penelitian ini, peserta didik lebih terlibat, aktif, dan memperoleh keterampilan baru sambil memanfaatkan media berbasis teknologi untuk mengembangkan pemahaman kognitif yang lebih dalam tentang mata pelajaran.
Copyrights © 2025