Pembelajaran berbasis lingkungan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik dengan menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah etnosains, yang mengintegrasikan konsep sains dengan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan modul pembelajaran IPA berbasis etnosains di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri dari tiga guru dan lima peserta didik di tiga sekolah dasar di Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan di sekolah masih berfokus pada buku paket kurikulum standar yang kurang mengakomodasi budaya lokal, sehingga pembelajaran IPA menjadi kurang kontekstual dan menarik bagi peserta didik. Selain itu, peserta didik menunjukkan minat yang tinggi terhadap pembelajaran yang menghubungkan budaya lokal dengan konsep IPA melalui aktivitas praktikum dan eksplorasi. Guru juga menyadari pentingnya inovasi dalam pengembangan bahan ajar yang lebih fleksibel dan kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan modul berbasis etnosains yang dapat menghubungkan konsep sains dengan budaya lokal, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan, menarik, dan meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi IPA.
Copyrights © 2025