Lokasi penelitian di dusun atau lembang Talimbangan, Kabupaten Toraja Utara menunnjukkan daerah dengan kenampakan morfologi berupa pebukitan dengan kondisi daerah yang curam akibat dari berbagai macam proses tektonik yang terjadi. Proses tektonik tersebut menghasilkan sumber daya berupa endapan logam dasar yang tersingkap pada batuan beku pada 2 sampel yang dianalisis yaitu sampel ST-1B dan ST-4D. Batuan beku tersebut menunjukkan bahwa batuan lava daerah penelitian memiliki jenis yang sama yaitu Trakit Basal pada sampel ST-1B dan ST-4C dengan menggunakan plotting nilai Na2O + K2O dan SiO2. batuan hostrock yang telah mengalami alterasi dengan menggunakan unsur-unsur immobile menunjukkan kedua sampel menunjukkan bahwa kedua sampel dalam plot Sub-alkali Basal. Berdasarkan determinasi afinitas magma pada lokasi penelitian dengan plotting kandungan K2O dan SiO2 pada kedua sampel menunjukkan bahwa daerah penelitian diketahui berada pada seri sosonit (soshonite series) atau alkali potasik. Interpretasi tatanan tektonik mengacu pada plotting diagram laba-laba primitive mantle dan diagram REE Chondrite yang menunjukkan pola perilaku pengayaan unsur Light Rare Earth Element (LREE) dari La ke Pm yang cukup curam sementara dari unsur Sm ke Y yang tergolong dalam Mid Rare Earth Element (MREE) terlihat cukup landai, begitu juga dengan Heavy Rare Earth Element (HREE) yang sangat landai yang ditunjukkan oleh Ho ke Lu. Kehadiran pola atau pengayaan unsur LREE dan mendatar pada unsur besar (HREE) menunjukkan bahwa sumber mantel sedimen ini sebagian besar berasal dari batuan beku berkomposisi felsik dengan konstribusi batuan vulkanik bersifat magma busur dan ultramafik.
Copyrights © 2025