Disleksia adalah kondisi yang memengaruhi kemampuan membaca dan menulis anak, yang menjadi lebih kompleks bagi anak di panti asuhan akibat keterbatasan fasilitas dan dukungan individu. Penelitian ini mengisi kesenjangan studi sebelumnya yang lebih banyak berfokus pada perspektif guru, orang tua, dan pengasuh dengan mengeksplorasi pengalaman langsung anak-anak dengan disleksia di panti asuhan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), penelitian ini melibatkan enam partisipan berusia 7–12 tahun melalui wawancara mendalam. Hasilnya mengidentifikasi lima tema utama: tantangan belajar, strategi coping, hubungan sosial, dukungan lingkungan, serta aspirasi dan harapan. Temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran interaktif, dukungan sosial positif, dan lingkungan belajar yang kondusif untuk meningkatkan pengalaman belajar anak-anak dengan disleksia di panti asuhan. Temuan penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih inklusif dan menjadi landasan kebijakan pendidikan yang mendukung kebutuhan anak dengan disleksia di panti asuhan.
Copyrights © 2025