Pemikiran politik Ayatollah Khomeini tentang Wilayat al-Faqih telah menjadi dasar bagi sistem pemerintahan Iran pasca-revolusi 1979. Konsep ini menekankan peran ulama dalam kepemimpinan negara dan memiliki dampak luas terhadap geopolitik Timur Tengah. Iran menggunakan Wilayat al-Faqih sebagai alat ekspansi ideologis, mempengaruhi dinamika politik di Lebanon, Suriah, Irak, dan negara-negara Teluk. Artikel ini menganalisis evolusi konsep Wilayat al-Faqih dalam sejarah politik Iran, dari akar Safawiyah hingga implementasi modernnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Iran secara aktif memanfaatkan Wilayat al-Faqih sebagai instrumen geopolitik untuk memperluas pengaruhnya di Timur Tengah, yang memicu ketegangan dengan kekuatan regional lainnya seperti Arab Saudi dan Israel.
Copyrights © 2025