Dalam era transformasi digital, konsep Green Banking semakin berkembang sebagai salah satu strategi perbankan dalam mendukung keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Di sisi lain, pertumbuhan E-Commerce yang pesat juga menimbulkan tantangan dalam aspek keberlanjutan, terutama terkait dengan peningkatan konsumsi energi, limbah kemasan, dan jejak karbon dari aktivitas logistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Green Banking dalam mendukung keberlanjutan E-Commerce melalui layanan keuangan ramah lingkungan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan perwakilan bank yang menerapkan konsep Green Banking, pelaku bisnis E-Commerce, serta akademisi di bidang keuangan berkelanjutan. Selain itu, studi ini juga mengkaji berbagai kebijakan dan inisiatif yang telah diterapkan oleh lembaga keuangan dalam mendukung bisnis digital yang lebih ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Green Banking berperan dalam mendukung E-Commerce yang berkelanjutan melalui beberapa mekanisme, seperti pembiayaan hijau (green financing) bagi pelaku usaha digital yang menerapkan prinsip keberlanjutan, penerapan pembayaran digital yang mengurangi konsumsi kertas, serta pengembangan produk keuangan berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance). Namun, implementasi Green Banking masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk kesadaran pelaku usaha yang masih rendah, keterbatasan regulasi, serta kebutuhan investasi yang besar untuk infrastruktur hijau di sektor keuangan.
Copyrights © 2025