Matematika kejuruan di sekolah menengah mencakup persiapan untuk melanjutkan pendidikan kejuruan tinggi atau pendukung keterampilan kerja mulai dari pekerjaan sederhana hingga pekerjaan yang lebih luas sebagai profesi. Harapannya, peserta didik memiliki pengetahuan matematika yang cukup untuk memecahkan masalah di tempat kerja. Infromasi terkait kemampuan pemecahan masalah untuk siswa sekolah umum sudah banyak, tetapi sangat terbatas informasi terkait dengan kemampuan pemecahan masalah untuk siswa SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yaitu siswa SMK Muhammadiyah Banda Aceh yang berjumlah 6 orang siswa yang komunikatif. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan pedoman wawancara. Hasil yang di peroleh yaitu proses siswa menyelesaikan masalah belum sepenuhnya mengikuti langkah-langkah Polya. Siswa SMK kurang antusias terhadap pembelajaran matematika. Karakteristik gaya belajar mereka dengan metode praktek dan terfokus pada bidang keahlian sehingga siswa lebih memahami pembelajaran yang nyata yang membuat nilai tambah skill siswa SMK untuk menghadapi dunia kerja. Langkah - langkah polya pada tahap memahami masalah hanya sebatas mengetahui apa yang diketahui dan yang ditanya, membuat rencana penyelesaian tetapi keliru, melaksanakan rencana tetapi tidak mampu menyelesaikannya dan mereka tidak memeriksa proses penyelesaian.
Copyrights © 2025