Penelitian ini menganalisis implementasi manajemen Kurikulum Merdeka di MIN 11 Hulu Sungai Selatan dan MIN 14 Hulu Sungai Selatan, dengan fokus pada proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi kurikulum. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di kedua madrasah mengikuti KMA 347 Tahun 2022, dengan pendekatan Grass Roots Approach, di mana guru menjadi pusat dalam manajemen kurikulum. Faktor pendukung utama adalah sarana prasarana yang memadai, dukungan stakeholder, serta pola pikir yang progresif. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kurangnya kesiapan guru, minimnya pemahaman tentang Kurikulum Merdeka, serta pola pikir yang stagnan. Untuk mengatasi hambatan tersebut, madrasah menerapkan strategi seperti bimbingan teknis (Bimtek), pelatihan internal, konsultasi dengan madrasah lain, serta peningkatan literasi terkait kurikulum baru. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kesiapan SDM dan dukungan dari berbagai pihak.
Copyrights © 2025