Masyarakat pedesaan di Indonesia seringkali menghadapi tantangan ekonomi yang signifikan, termasuk keterbatasan lapangan kerja dan rendahnya pendapatan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk mengatasi masalah ini adalah pemanfaatan sumber daya alam lokal, seperti tanaman obat. Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan tanaman obat yang memiliki nilai ekonomi dan khasiat kesehatan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Kalianget-Besuki, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, melalui pengolahan jamu jahe merah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan 10 peserta (fasilitator, tokoh masyarakat, dan 8 warga) dalam seluruh tahapan penelitian, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengolahan jamu jahe merah yang higienis dan bernilai jual. Meskipun data kuantitatif yang presisi belum tersedia, proyeksi berdasarkan studi kasus serupa menunjukkan potensi peningkatan pendapatan yang signifikan bagi peserta. Selain itu, proyek ini juga meningkatkan partisipasi aktif masyarakat, membangun jaringan sosial, dan menumbuhkan optimisme baru. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan bahan baku dan pemasaran. Kesimpulannya, pengolahan jamu jahe merah memiliki potensi besar untuk memberdayakan ekonomi masyarakat Kalianget-Besuki, namun diperlukan dukungan berkelanjutan, terutama dalam penyediaan bahan baku, peningkatan kualitas produk, dan perluasan pasar.
Copyrights © 2025