Penelitian ini mengembangkan kerangka analitis dan normatif untuk transformasi kebijakan publik yang mengoptimalkan model Quintuple Helix dalam mendorong komersialisasi produk ramah lingkungan dari sumber daya lokal Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur sistematis, studi ini mengidentifikasi tiga tantangan utama: fragmentasi arsitektur kebijakan Indonesia, asimetri relasional antar aktor, dan kesenjangan nilai dalam rantai komersialisasi sumber daya lokal. Hasil analisis menunjukkan bahwa transformasi efektif memerlukan rekonfigurasi fundamental pada dimensi struktural, prosedural, dan substantif kebijakan publik. Kerangka operasional yang dikembangkan mengintegrasikan perspektif transition management dengan teori institutional work dalam model bertahap-namun-sistemik yang melampaui dikotomi reformisme gradual versus revolusi radikal. Studi ini memperluas pemahaman tentang governance transformatif dengan mengintegrasikan multi-perspektif teoretis dan mengembangkan mekanisme konkret untuk mengimplementasikan kolaborasi Quintuple Helix dalam konteks asimetri kekuasaan. Implikasi praktikal mencakup rekomendasi strategis untuk rekonfigurasi kelembagaan, pengembangan platform kolaboratif multi-skalar, dan intervensi targeted pada nexus kritis rantai nilai produk berkelanjutan
Copyrights © 2024