Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Lumajang masih menggunakan sistem transaksi manual yaitu menggunakan catatan manual dan uang tunai. Transaksi manual sangat rawan pencurian dan kehilangan, dan untuk meminimalisir transaksi pembayaran menggunakan uang tunai, karena dengan begitu sangatlah membantu pesantren terhadap terjadinya kehilangan baik di pesantren maupun dikalangan santri. Penerapan pembentukan karakter santri melalui kartu madani bertujuan kepada santri terkait tagihan pembayaran kewajiban santri, melatih santri agar terbiasa dengan transaksi non tunai meskipun hanya dilakukan dalam jaringan lokal pondok pesantren dengan menggunakan kartuĀ madaniĀ yang didalamnya terdapat password dan saldo. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologi, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi lapangan dan wawancara dengan berbagai pihak terkait, termasuk kepala bidang usaha pusat, bendahara wilayah asrama putri, santri pengguna Kartu Madani, serta ustad/ustazah yang berperan dalam pembinaan karakter. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam mengenai peran Kartu Madani dalam pendidikan pesantren dan dampaknya terhadap karakter santri. Temuan ini diharapkan menjadi dasar untuk mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan pendidikan karakter di lingkungan pesantren.
Copyrights © 2025