Kekuatan bangunan adalah salah satu syarat utama dalam membangun bangunan tinggi. Struktur bangunan dapat dikatakan kuat, jika bangunan dapat menahan beban-beban yang ada salah satunya adalah beban gempa. Syarat lain yang harus diperhatikan dalam membangun bangunan tinggi yaitu syarat layak pakai dalam keadaan layan. Syarat layan bertujuan supaya ketika gempa terjadi struktur bangunan memiliki kekakuan, sehingga dapat memberikan rasa amanda nyaman bagi penggunanya. Penelitian ini mengevaluasi salah satu bangunan yang berlokasi di Semarang yaitu, HAKA Hotel. Tinggi total bangunan Haka Hotel yaitu 34,1 meter dan berjumlah 9 lantai. Analisis dinamik struktur tahan gempa terdiri dari dua analisis meliputi, analisis respon spektra dan analisis riwayat waktu. Penelitian ini menggunakan beban gempa respon spektra desain, riwayat waktu percepatan, riwayat waktu yang dicocokkan dengan respon spektra desain (respon spektra matched) dan respon spektra surface berdasar SNI 1726:2019. Penelitian ini membahas mengenai evaluasi nilai deformasi dan drift ratio, melihat tingkat kinerja bangunan dan membandingkan hasil analisa beban dorong yang terjadi akibat beban respon spektra maupun riwayat waktu percepatan berdasar SNI 1726:2019. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan besrnya nilai deformasi dan drift ratio yang terjadi pada bangunan, sudah memenuhi syarat peraturan SNI 1726:2019, sehingga dapat dikatakan kuat ketika gempa terjadi. Gaya geser yang didapatkan dihitung berbanding dengan tinggi total bangunan sehingga, hasil tingkat kinerja pada bangunan ketika dibebani berbagai beban gempa, sesuai SNI 1726:2019 memiliki tingkat kinerja yang sama yaitu, immediate occupancy dimana merupakan kondisi aman ketika gempa terjadi, tidak terjadi kerusakan dan dapat berfungsi kembali.
Copyrights © 2025