Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara prevalensi hipertensi dan penggunaan tembakau di Indonesia dengan memanfaatkan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang (cross-sectional) dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 638.178 individu yang didiagnosis hipertensi dan 181.278 individu yang menggunakan berbagai jenis tembakau, termasuk rokok kretek, rokok putih, rokok linting, rokok elektronik, dan shisa. Analisis statistik yang dilakukan mencakup scatter plot, uji korelasi Pearson, dan tabulasi silang untuk mengevaluasi hubungan antara variabel-variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara prevalensi hipertensi dengan konsumsi rokok elektronik (p-value < 0,05). Sementara itu, hubungan antara prevalensi hipertensi dan jenis rokok lainnya menunjukkan pola yang bervariasi. Konsumsi rokok putih memiliki hubungan positif dengan prevalensi hipertensi, sedangkan konsumsi rokok linting menunjukkan hubungan negatif. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan pada konsumsi rokok kretek dan shisa. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengendalian konsumsi tembakau, terutama rokok elektronik, sebagai bagian dari upaya menurunkan prevalensi hipertensi di Indonesia. Temuan ini dapat menjadi landasan bagi pengembangan kebijakan kesehatan masyarakat yang lebih terfokus pada edukasi dan regulasi produk tembakau. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami dampak tembakau terhadap kesehatan masyarakat Indonesia.
Copyrights © 2025