Pengolahan limbah medis rumah sakit melalui insinerator masih menjadi tantangan di negara berkembang, termasuk Indonesia, karena dapat memengaruhi kesehatan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat dalam residu insinerator limbah medis, serta mengidentifikasi risiko kesehatan yang terkait. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematik terhadap 21 artikel yang relevan, yang mencakup analisis kandungan logam berat dalam bottom ash dan fly ash dari insinerator. Penemuan menunjukkan bahwa residu ini mengandung elemen toksik potensial (PTEs) seperti arsenik, kadmium, timbal, dan merkuri, dengan konsentrasi yang seringkali melebihi batas baku mutu yang ditetapkan. Pembuangan residu secara landfill berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan bagi masyarakat sekitar. Implikasi dari penelitian ini menekankan perlunya pengendalian yang lebih baik terhadap limbah insinerator, termasuk pengembangan teknik pengolahan yang ramah lingkungan dan peningkatan kesadaran bagi petugas. Penelitian ini juga merekomendasikan penguatan regulasi dan metode pemantauan untuk mengurangi dampak negatif dari limbah medis, serta perlunya studi lebih lanjut mengenai teknik ekstraksi logam berat yang efisien dan penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah medis.
Copyrights © 2025