Penderita gagal jantung dalam melakukan aktivitas sehari-hari memiliki keterbatasan sehingga mempengaruhi perawatan diri. Penderita gagal jantung juga dikenal mengonsumsi berbagai macam obat memiliki risiko mengalami interaksi obat yang dapat menguntungkan atau merugikan bagi penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat perawatan diri dan menggambarkan kejadian interaksi obat pada penderita gagal jantung di RSUD dr. Soedarso Pontianak. Pengambilan sampel data yaitu teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 92 pasien. Kriteria inklusi penelitian yaitu pasien yang menderita gagal jantung lebih dari 1 bulan, pasien berusia lebih dari 18 tahun, pasien sedikitnya mendapatkan ≥ 2 terapi pengobatan jantung, pasien yang bersedia mengisi informed consent dan mau diwawancara. Hasil penelitian menunjukkan tingkat perawatan diri pasien dengan rentang baik sebanyak 63 pasien (68,5%), dan buruk sebanyak 29 pasien (31,5%). Potensi interaksi obat dari interaksi farmakodinamika sebanyak 455 kejadian (72,5%), farmakokinetika sebanyak 33 kejadian (5,3%), dan tidak diketahui sebanyak 139 kejadian (22,2%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat perawatan diri pasien terdapat pada rentang baik dan interaksi obat banyak terjadi secara farmakodinamika. Kata kunci : antihipertensi, gagal jantung kongestif, interaksi obat, perawatan diri DOI : 10.35990/mk.v8n1.p25-34
Copyrights © 2025