Shautut Tarbiyah
Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan

Wacana Elit Politik: antara Eufemisme dan Sarkasme

Fahmi Gunawan (Dosen Jurusan Tarbiyah Sultan Qaimuddin Kendari)



Article Info

Publish Date
01 Nov 2012

Abstract

Artikel ini membahas wacana elit politik: antara eufemisme dan sarkasme dengan menggunakan pendekatan kebudayaan. Yang dimaksud bahasa elit politik adalah bahasa yang digunakan oleh para pemegang kekuasaan. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif ditemukan bahwa bahasa elit politik terbagi dua, yaitu eufemisme dan sarkasme. Eufemisme adalah bahasa yang lebih halus sebagai pengganti dari bahasa yang dirasakan kasar sehingga dapat mengaburkan makna, sementara sarkasme adalah bahasa yang digunakan untuk mengucapkan kata-kata yang pahit dan kasar. Penggunaan kata-kata ini dilakukan untuk mengejek, mencemoh, dan menyindir yang diduga akan menyakiti hati orang lain dan hal ini melanggar kesantunan berbahasa. Penggunaan bahasa sarkasme ini merefleksikan budaya miskin bahasa atau (linguistic poverty) di kalangan para elit politik.Kata Kunci: Wacana Politik, Eufemisme, Sarkasme

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

shautut-tarbiyah

Publisher

Subject

Education Social Sciences

Description

Jurnal Shautut Tarbiyah adalah satu dari banyak jurnal yang ada di IAIN Kendari yang membahas Ilmu-Ilmu Sosial dan ...