Makalah ini melaporkan kasus tumor kelamin menular dan anaplasmosis pada anjing peliharaan. Seekor anjing betina domestik hitam-putih, berusia 2 tahun, berat 7,1 kg, dibawa ke klinik untuk diperiksa setelah diselamatkan. Pemeriksaan fisik menunjukkan infestasi Rhipicephalus sanguinis dan pembengkakan vagina dengan nodul berdiameter sekitar 5 mm. Hitung darah lengkap menunjukkan leukositosis, neutrofilia, dan eosinofilia. Hemoglobin, konsentrasi hemoglobin korpuskular rata-rata, dan nilai trombosit menurun. Hasil uji biokimia darah menunjukkan penurunan kadar protein total. Hasil sitologi nodul vagina konsisten dengan tumor kelamin menular. Anjing itu didiagnosis dengan tumor kelamin menular dan anaplasmosis. Perawatannya meliputi antibiotik doksisiklin, agen kemoterapi vinkristin, suplemen herbal fu fang, obat anti kutu dan caplak fluralaner, antihelmintik cazitel, suplemen Kalvidog, dan sampo obat untuk memperbaiki kondisi kulit.
Copyrights © 2025