Dengan penekanan pada pembuatan, sintesis, dan penyempurnaan zat bioaktif yang dapatsecara selektif menargetkan sel kanker, kimia medis sangat penting untuk pengembangan obatanti-kanker. Disiplin ini memungkinkan untuk mengidentifikasi senyawa dengan aktivitasantikanker yang kuat dan efek samping minimal dengan menggunakan pendekatan danmekanisme kerja berbasis struktur. Untuk meningkatkan kemanjuran dan selektivitas obatobatan,berbagai metode kontemporer digunakan, termasuk desain berbantuan komputer,penelitian farmakokinetik, dan perubahan struktural kimia. Selain itu, kemajuan dalam kimiamedis telah menciptakan peluang untuk menciptakan perawatan kanker yang lebih akurat.Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan memnsitetis senyawa baru dengan aktivitasyang lebih baik dibandingkan dengan obat yang sudah ada, menguji aktivitas sitotoksiksenyawa secara in vitro pada sel kanker dan menganalisi hubungan struktur-aktivitas untukmenemukan senyawa. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode memodifikasistruktur senyawa, uji aktivitas biologis (in vitro & in vivo) dan analisis qsar. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa senyawa 1-(4-tert-butilbenzoiloksi) urea memiliki aktivitas sitotoksik yanglebih tinggi dibandingkan 1-(benzoiloksi)urea dan hidroksiurea. Nila dari senyawa ini adalah59,15 μg/mL, lebih rendah dibandingkan senyawa pembanding lainnya (hidroksiurea: 430,21μg/mL), yang berarti senyawa ini lebih efektif dalam membunuh sel kanker, beberapa turunanN-benzoyl-N'-(4-fluorophenyl) thiourea menunjukkan kemungkinan efek mutagenik, sehinggaaspek toksisitas perlu diperhatikan.
Copyrights © 2025