Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian global, dengan tantangan seperti resistensi obat dan efek samping serius dari terapi yang ada. Penelitian ini mengeksplorasi peran kimia medisinal dalam pengembangan obat antikanker melalui pendekatan komputasi dan eksplorasi senyawa bioaktif dari sumber alam. Metode yang digunakan adalah literature review dengan analisis terhadap 10 artikel terpilih dari database internasional seperti PubMed, ScienceDirect, dan Springer, serta jurnal nasional terakreditasi SINTA. Hasil menunjukkan bahwa teknik komputasi seperti molecular docking, simulasi dinamika molekuler, dan QSAR mempercepat identifikasi dan optimasi senyawa antikanker. Senyawa bioaktif dari sumber alam seperti Babandotan (Ageratum conyzoides L.) dan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) menunjukkan potensi sebagai agen antikanker melalui mekanisme penghambatan pertumbuhan sel kanker, induksi apoptosis, dan penghambatan angiogenesis. Kesimpulannya, pendekatan kimia medisinal berbasis komputasi dan eksplorasi sumber alam menawarkan peluang besar dalam pengembangan obat antikanker yang lebih efektif dan aman. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi temuan ini melalui eksperimen laboratorium dan uji klinis.
Copyrights © 2025