Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth.) merupakan tanaman herbal yang secara luas digunakan dalam pengobatan tradisional, terutama untuk mengatasi gangguan ginjal, hipertensi, dan diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi diuretik dan antidiabetik dari ekstrak kumis kucing melalui pendekatan literatur review dan analisis docking molekuler. Senyawa aktif dalam kumis kucing seperti flavonoid, asam fenolik, dan terpenoid, telah terbukti memiliki efek farmakologis, termasuk meningkatkan ekskresi urin dan menurunkan kadar glukosa darah. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa senyawa, seperti asam litospermat I, dikafeoil tartarat, dan ortosifonon C, memiliki potensi sebagai agen diuretik dengan energi ikatan yang lebih rendah dibandingkan dengan obat diuretik konvensional. Selain itu, studi in silico terhadap flavonoid dari kumis kucing menunjukkan interaksi yang kuat dengan protein tirosin fosfatase 1B (PTP1B) dan aldosa reduktase, yang berperan dalam regulasi kadar glukosa darah. Berdasarkan analisis farmakokinetik dan toksikologi, sebagian besar senyawa dalam kumis kucing memiliki profil penyerapan yang baik dan tidak menunjukkan sifat mutagenik maupun karsinogenik. Dengan demikian, penelitian ini mendukung potensi kumis kucing sebagai sumber bahan alami untuk pengembangan obat diuretik dan antidiabetik yang lebih aman dan efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi interaksi senyawa bioaktif dalam kumis kucing dengan protein target yang relevan dalam mekanisme diuretik dan regulasi kadar gula darah.
Copyrights © 2025