Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan strategi pengembangan usaha kerajinan Sasaringan di Desa Telaga Sari, Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Desa Telaga Sari memiliki potensi ekonomi yang signifikan melalui kerajinan Sasaringan, namun pengembangannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses pasar, kurangnya inovasi produk, dan manajemen usaha yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, diskusi kelompok terfokus, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengrajin Sasaringan sering menghadapi kesulitan dalam memperoleh bahan baku berkualitas dengan harga yang terjangkau, serta menghadapi kendala dalam menetapkan harga yang kompetitif dan mengakses pasar regional serta nasional. Banyak pengrajin yang masih menggunakan metode produksi tradisional tanpa adanya inovasi signifikan dalam desain produk. Penelitian ini menemukan bahwa pengrajin sangat membutuhkan peningkatan akses terhadap bahan baku berkualitas, pengembangan pasar yang lebih luas, dan peningkatan keterampilan manajemen usaha. Dukungan dari pemerintah daerah sangat penting dalam bentuk regulasi yang memudahkan akses modal, program pelatihan, dan penyediaan infrastruktur yang mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dapat menjadi salah satu strategi kunci dalam mendukung pemasaran dan inovasi produk. Strategi pengembangan yang diusulkan mencakup diversifikasi produk, peningkatan kualitas produksi, pengembangan branding dan pemasaran digital, serta penguatan kerjasama antara pengrajin, pemerintah, dan lembaga pendukung. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ekonomi lokal melalui peningkatan daya saing dan keberlanjutan usaha kerajinan Sasaringan.
Copyrights © 2024