ABSTRAK Penelitian ini membahas standarisasi mushaf Al-Qur’an melalui perspektif sejarah kodifikasi Rasm Utsmani dan kebijakan modern. Kajian ini menyoroti pentingnya Rasm Utsmani sebagai metode penulisan Al-Qur’an yang ditetapkan pada masa Khalifah Utsman bin Affan untuk menyatukan bacaan di berbagai wilayah Islam dan menjaga keaslian teks suci. Dalam konteks modern, penelitian ini mengeksplorasi adaptasi teknologi digital yang menghadirkan tantangan baru dalam menjaga otentisitas mushaf di era globalisasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode historis-deskriptif, penelitian ini mengkaji sumber sekunder dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah untuk menganalisis dinamika kodifikasi mushaf dari masa ke masa. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai tantangan teknis, sosial, dan geopolitik yang dihadapi dalam penerapan Rasm Utsmani, termasuk kesalahan dalam mushaf digital dan resistensi dari beberapa kelompok. Namun, terdapat peluang besar melalui kolaborasi lintas negara dan lembaga untuk memperluas aksesibilitas Al-Qur’an dan memperkuat solidaritas umat Islam. Penelitian ini menegaskan urgensi pelestarian Rasm Utsmani sebagai representasi autentik teks suci dengan memanfaatkan inovasi teknologi untuk menjawab kebutuhan umat di masa kini dan mendatang. ABSTRACTThis study explores the standardization of the Qur’anic manuscripts through the historical perspective of Rasm Utsmani codification and modern policies. It highlights the significance of Rasm Utsmani as a Qur’anic writing system established during the Caliphate of Uthman bin Affan to unify recitations across Islamic regions and preserve the authenticity of the sacred text. In the modern context, this research examines digital technology adaptations that pose new challenges in safeguarding the mushaf’s authenticity in the era of globalization. Employing a qualitative approach and historical-descriptive method, the study analyzes secondary data from books, journals, and scientific articles to assess the dynamics of mushaf codification over time. The research identifies technical, social, and geopolitical challenges, such as errors in digital mushaf and resistance from specific groups. However, significant opportunities exist through cross-national and institutional collaboration to enhance Qur’an accessibility and strengthen Islamic solidarity. This study emphasizes the urgency of preserving Rasm Utsmani as an authentic representation of the sacred text while leveraging technological innovations to address contemporary and future needs.
Copyrights © 2025