Penelitian ini bertujuan menjelaskan Sejarah Berdirinya Masjid Agung Sidoarjo dan pembinaan karakter pada Remaja Masjid di Sidoarjo. Metode penelitian ini menggunakan kajian sejarah dengan pendekatan: (1) Heuristik, menemukan informasi melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara; (2) Kritik intern, memverifikasi akurasi informasi dengan membandingkannya dengan sumber yang sama; (3) Interpretasi, mengumpulkan fakta-fakta; dan (4) Historiografi, menyusun fakta secara kronologis untuk menghindari kebingungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Agung Sidoarjo dibangun secara sederhana pada tahun 1862 M, seiring dengan pemindahan rumah kabupaten dari Kampung Pandean ke Kampung Wates. Meskipun sederhana, masjid ini mulai menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat setempat, dan dari tahun ke tahun, Masjid Agung Sidoarjo terus mengalami pemugaran. Dalam upaya meningkatkan dakwah di Sidoarjo, tidak cukup hanya mengandalkan rutinitas keagamaan lokal. Di era globalisasi ini, di mana teknologi dan informasi semakin maju, dakwah juga perlu disebarkan lebih luas dan dikembangkan. Mengandalkan hanya pemuka agama di suatu wilayah tidak akan mencukupi untuk menyampaikan dakwah secara efektif. Remaja Masjid dapat berperan sebagai platform untuk mengembangkan bakat-bakat keagamaan di komunitas tersebut. Selain itu, Remaja Masjid juga memiliki peran penting dalam mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial di pedesaan. Dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial, dakwah dapat menjangkau lebih banyak orang, sehingga peran masjid dan remaja masjid menjadi semakin penting dalam menyebarkan nilai-nilai keagamaan dan sosial secara lebih luas dan efektif.
Copyrights © 2025