Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis yang dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan pasien, termasuk kondisi fisik, psikologis, dan sosial. Depresi merupakan salah satu gangguan psikologis yang sering dialami oleh pasien DMT2 yang dapat memperburuk kualitas hidup mereka. Peneliti ingin mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Syamrabu Bangkalan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain kuantitatif dan pendekatan analitik observasional dengan teknik purposive sampling dari data kuesioner berupa lembaran yang dilaksanakan pada minggu pertama bulan September 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 56 responden. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan uji Spearman untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan p = 0,004 dan nilai α = 0,05 yang artinya p<α, berarti terdapat hubungan antara tingkat depresi dengan kualias hidup pasien DMT2, dan didapatkam hasil koefisien korelasi = -0,376 yang artinya masuk dalam hubungan lemah (weak correlation) dan arah hubungan negatif menunjukkan bahwa kedua variabel mempunyai hubungan tidak searah, sehingga interpretasinya adalah semakin tinggi tingkat depresi seseorang, maka kualitas hidup akan semakin menurun. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi psikologis dalam perawatan pasien DMT2 untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Copyrights © 2025