Petang di Taman menceritakan tentang keterasingan dan kehampaan manusia dalam menghadapi realitas kehidupannya, dibawakan oleh empat orang tokoh yang bertemu secara tidak sengaja di sebuah taman di waktu petang. Naskah Petang di taman dipilih sutradara sebab mengandung tema besar yang ingin diangkat sutradara yakni kesenjangan generasi yang diakibatkan dari problem eksistensialis dari masing-masing tokoh yang mewakili setiap generasi. Tujuan dari penulisan ini adalah menemukan metode penyutradaraan naskah Petang di taman karya Iwan Simatupang. Metode penyutradaraan yang digunakan oleh sutradara adalah metode penyutradaraan yang dikemukakan oleh Lloyd Anton Frerer yang terbagi menjadi 5 tahapan yakni : script analysis, auditions and casting, rehearsals, performances dan evaluation. Gaya pertunjukan realis dengan pendekatan representasi dipilih sebagai cara ungkap pertunjukan. Sutradara berhasil menemukan metode penyutradaraan dan mementaskan pertunjukan Petang di Taman karya Iwan Simatupang. Kata kunci: Metode Petang di Taman, Iwan Simatupang, kesenjangan generasi, eksistensialis, Lloyd Anton Frerer
Copyrights © 2024