Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi kebijakan pembangunan infrastruktur di daerah perbatasan dengan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan solusi yang dapat meningkatkan keberhasilan kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami secara mendalam tantangan dan dinamika yang dihadapi dalam pelaksanaan kebijakan di wilayah perbatasan yang memiliki kondisi geografis dan sosial yang khas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pejabat pemerintah, pelaksana proyek, dan masyarakat setempat, serta observasi lapangan dan studi dokumentasi. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan faktor penghambat dan solusi dalam implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pembangunan infrastruktur di daerah perbatasan menghadapi berbagai tantangan signifikan, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya koordinasi antar instansi terkait, serta terbatasnya kapasitas sumber daya manusia. Selain itu, faktor geografis yang sulit dijangkau dan hambatan sosial budaya juga turut memperburuk proses implementasi kebijakan tersebut. Meskipun demikian, pencapaian positif juga terlihat dalam pembangunan infrastruktur dasar yang telah meningkatkan aksesibilitas dan kualitas hidup masyarakat setempat. Penelitian ini menyarankan agar pengambil kebijakan merumuskan strategi yang lebih inklusif, berbasis pada konteks lokal, dan mengutamakan partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan. Dengan pendekatan yang lebih holistik, diharapkan pembangunan infrastruktur di daerah perbatasan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Copyrights © 2024