Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna referent pada toponimi desa yang terkena dampak Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Kajian mendalam terhadap enam desa yang sepenuhnya tenggelam dan tujuh belas desa yang sebagian wilayahnya tergenang mengungkapkan kompleksitas linguistik dan kultural dalam penamaan tempat. Subjek penelitian melibatkan tokoh masyarakat dan warga setempat yang memiliki pengetahuan tentang asal-usul nama desa. Melalui analisis komprehensif, terungkap bahwa setiap nama desa membawa narasi mendalam tentang sejarah, kepercayaan, dan hubungan masyarakat dengan lingkungannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nama-nama desa seperti "Darmajaya" dan "Neglasari" mengandung makna yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial dan lingkungan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pelestarian warisan budaya yang terancam hilang akibat pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan pemahaman tentang pentingnya toponimi dalam mencerminkan identitas masyarakat lokal.
Copyrights © 2025