Penelitian ini membahas hubungan interaksi sosial dengan perilaku bullying verbal pada anak usia sekolah. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya kasus bullying verbal yang berdampak negatif pada perkembangan sosial dan emosional anak, sebagaimana dilaporkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana interaksi sosial berpengaruh terhadap perilaku bullying verbal di kalangan siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 132 siswa kelas 4, 5, dan 6 di SD Negeri Ngelokulon 1 yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner interaksi sosial dan perilaku bullying verbal yang dianalisis dengan uji Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% responden memiliki tingkat interaksi sosial sedang, sedangkan 62,12% terlibat dalam perilaku bullying verbal. Analisis menunjukkan hubungan negatif signifikan antara interaksi sosial dan bullying verbal dengan koefisien r = -0,566 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa interaksi sosial yang baik dapat mengurangi risiko bullying verbal di kalangan anak. Oleh karena itu, kolaborasi antara orang tua, guru, dan sekolah sangat penting untuk menciptakan lingkungan sosial yang kondusif.
Copyrights © 2025