Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektivan Program Peer Educator di SMP Negeri 22 Semarang dengan menggunakan Model Disperancy. Masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman siswa mengenai aspek teknis dan hukum kesehatan reproduksi, meskipun kesadaran sosial mereka sudah tergolong baik. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif evaluatif dengan pendekatan mixed method, menggabungkan data kuantitatif dari kuesioner. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa yang terlibat aktif dalam program Peer Educator selama satu semester. Instrumen penelitian menggunakan Skala Likert untuk menilai keefektivan program dan pedoman wawancara untuk menggali persepsi serta pengalaman peserta. Hasil analisis menunjukkan bahwa program berhasil meningkatkan partisipasi siswa dalam diskusi kesehatan reproduksi, namun pemahaman mereka terhadap aspek teknis dan regulasi masih perlu ditingkatkan. Distribusi data yang merata serta nilai reliabilitas instrumen sebesar 0,787 menegaskan konsistensi jawaban responden. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa meskipun pendekatan peer education efektif dalam membangun kesadaran sosial, penguatan materi teknis dan hukum sangat dibutuhkan agar pemahaman siswa menjadi lebih komprehensif. Rekomendasi yang diajukan mencakup perbaikan kurikulum, penyusunan modul yang lebih terstruktur, serta kolaborasi dengan tenaga ahli untuk mendukung keberlanjutan program.
Copyrights © 2025