Nyeri neuropati merupakan kondisi kronis akibat disfungsi sistem saraf somatosensori yang memerlukan pendekatan terapi multimodal untuk mengoptimalkan manajemen nyeri. Pregabalin, sebagai agen farmakoterapi utama, bekerja dengan menurunkan eksitabilitas neuron melalui modulasi kanal kalsium tipe alfa-2-delta, menunjukkan efektivitas dalam mengurangi gejala nyeri neuropati dengan profil farmakokinetik yang lebih unggul dibandingkan gabapentin. Pendekatan nonfarmakologis, seperti cognitive behavioral therapy (CBT) dan stimulasi listrik noninvasif, juga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Dengan berkembangnya penelitian terhadap agen terapi baru seperti cannabinoid dan mirogabalin, serta pendekatan berbasis personalisasi, strategi manajemen nyeri neuropati terus mengalami inovasi untuk meningkatkan efektivitas dan tolerabilitas terapi.
Copyrights © 2025