Histosol merupakan tanah yang terbentuk dari akumulasi bahan organik tanaman yang belum terurai sepenuhnya, biasanya ditemukan di daerah beriklim basah. Meskipun memiliki tinggi kandungan organik, tanah ini sering menghadapi tantangan dalam kesuburan dan stabilitas strukturnya, seperti keasaman yang tinggi, rendahnya kandungan unsur hara, dan kapasitas tukar kation (KTK) yang sangat tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki sifat kimia histosol dengan menggunakan abu vulkanik dan biochar dari kulit kopi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat seberapa efektif perbaikan sifat kimia histosol dengan pemberian amelioran abu vulkanik dan biochat kulit kopi. Abu vulkanik dipilih karena mineralnya yang dapat menurunkan tingkat keasaman tanah dan meningkatkan kesuburan terutama pada ketersediaan fosfor, sementara biochar dari kulit kopi dipilih karena kemampuannya dalam meningkatkan pH tanah, kapasitas tukar kation (KTK) dan nitrogen total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu vulkanik dan biochar secara signifikan memperbaiki kualitas kimia histosol. Abu vulkanik efektif dalam meningkatkan pH tanah dan ketersediaan fosfor, sedangkan Biochar dari kulit kopi meningkatkan kandungan pH, dan kadar nitrogen total. Dengan demikian, penggunaan abu vulkanik dan biochar dari kulit kopi sebagai amelioran menawarkan solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kesuburan Histosol dan mendukung produktivitas pertanian yang lebih baik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya uji lapangan lebih lanjut untuk memvalidasi temuan dari laboratorium dan mengevaluasi dampak jangka panjang dari penggunaan amelioran ini pada ekosistem tanah
Copyrights © 2025