cover
Contact Name
Muradhatul Aini Yasri
Contact Email
admin@ejournal.arunasita.com
Phone
+628318261250
Journal Mail Official
admin@ejournal.arunasita.com
Editorial Address
Jl. Parak Karakah No.47 RT 3 RW 12. Kubu Dalam Parak Karakah. Padang Timur. Padang. 25126
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Journal Arunasita
Published by WBS Laboratory
ISSN : -     EISSN : 30893208     DOI : -
This journal covers the following topics: 1. Agriculture: Innovations in crop cultivation, post-harvest technology, agronomy, soil and water, and sustainable agricultural ecosystems. 2. Animal Husbandry: Development of livestock systems, animal genetics, nutrition, animal health management, and livestock productivity. 3. Environment: Ecosystem restoration, natural resource conservation, agroecology, climate change, and environmental impact analysis related to the agricultural and livestock sectors.
Articles 18 Documents
Pemberian Kompos Kotoran Sapi Terhadap Perubahan Karakteristik Kimia Tanah Bekas Tambang Batu Kapur PT. Semen Padang Hakim, Lukman Nul; Hermansah; Maira, Lusi; Sefano, Muhammad Aknil
Journal Arunasita Vol. 1 No. 1 (2024): Pangan dan Tantangan dalam Era Digital
Publisher : WBS Laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15315110

Abstract

Tanah bekas tambang batu kapur merupakan tanah yang memiliki sifat kimia, fisika, dan biologi yang buruk sehingga tingkat kesuburan sangat rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis kompos kotoran sapi yang optimal untuk perbaikan sifat kimia tanah bekas tambang batu kapur dan pertumbuhan tanaman trembesi (Samanea saman). Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Macam perlakuan yang diuji merupakan dosis kompos kotoran sapi (dosis 0,5 kg, 1 kg, 1,5 kg, dan 2 kg). Hasil optimal ditunjukkan oleh perlakuan 1 kg kompos kotoran sapi yaitu pH 7,29, kejenuhan basa 41,25%,  kandungan  C-organik  0,166%,  N-total  0,173%,  P-tersedia  60,19  ppm,  KTK  24,10  me/100g,  Mg-dd  1,409  me/100g,  K-dd 0,076 me/100g, dan Na-dd 0,329 me/100g. Sedangkan untuk kandungan Ca-dd mengalami penurunan menjadi 8,101 me/100g.
Pengamatan Sifat Biologi Tanah Pada Beberapa Penggunaan Lahan Di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Andalas Sefano, Muhammad Aknil; Monikasari, Moli; Auliadesti, Vivin; Nabila; Athya, Salma; Tapiani, Wiyatri; Agustian
Journal Arunasita Vol. 1 No. 1 (2024): Pangan dan Tantangan dalam Era Digital
Publisher : WBS Laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15315173

Abstract

Penggunaan lahan yang berbeda dapat memberikan dampak signifikan terhadap sifat biologi tanah. Di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Andalas, terdapat beragam jenis penggunaan lahan seperti lahan pertanian, lahan perkebunan, dan lahan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan biologi tanah di lokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei sederhana. Tanah diambil pada kelerengan yang sama (0-8%) pada beberapa penggunaan lahan yaitu lahan yaitu lahan padang rumput, lahan hutan, dan lahan perkebunan sawit. Sampel diambil pada kedalaman 0-20 cm pada daerah rhizosfir. Hasil penelitian menunjukkan Respirasi tertinggi terdapat di hutan sebesar 2.10 mg CO2/g tanah/hari lalu padang rumput dan lahan sawit masing-masing 0.95 mg CO2/g tanah/hari. C-Biomassa tertinggi di padang rumput yaitu 0.072% lalu lahan sawit 0.018% kemudian hutan 0.011%. Populasi bakteri tertinggi terdapat pada lahan padang rumput yaitu 6.21 CFU, kemudian hutan 5.92 CFU, dan sawit 5.58 CFU. Kadar enzim pospatase baik yang aktif di pH masam maupun basa, nilai tertinggi terdapat pada lahan hutan yaitu 10.38 µmol/g (asam) dan 5.68 µmol/g (basa) kemudian lahan padang rumput sebesar 5.87 µmol/g (asam) dan 2.30 µmol/g (basa), dan lahan sawit 3.25 µmol/g (asam) dan 0.90 µmol/g (basa). Berdasarkan analisis, lahan hutan dan lahan pdang rumput masih merupakan lahan dengan sifat biokimia yang masih stabil dan memiliki kesuburan biologi yang baik.
Karakteristik Kimia Oxisol Yang Diameliorasi Dengan Abu Vulkanik Marapi Dan Biochar Kulit Kopi Monikasari, Moli; Gusmini
Journal Arunasita Vol. 1 No. 1 (2024): Pangan dan Tantangan dalam Era Digital
Publisher : WBS Laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15315208

Abstract

Tanah marginal memiliki potensi besar untuk dikembangkan meskipun menghadapi kendala seperti bahan organik yang rendah dan keasaman tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian abu gunung Marapi dan biochar kulit kopi terhadap karakteristik kimia tanah Oxisol. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan menginkubasikan Oxisol dengan amelioran menggunakan 3 ulangan selama 1 bulan. Perlakuan-perlakuan yang diberikan yaitu kontrol (Oxisol tanpa amelioran = K), Oxisol + abu gunung Marapi setara 5 ton/ha (A), dan Oxisol + biochar kulit kopi setara 5 ton/ha (B). Analisis kimia tanah untuk penelitian ini meliputi pengukuran pH tanah dengan perbedaan perbandingan tanah dengan pelarut (1:5 dan 1:10) dan lama pengocokan (30 menit dan 60 menit); P-tersedia metode Olsen dan Mehlik; KTK (ammonium asetat pH 7); % C-organik (Walkey and Black); % N-total (Khjedal); dan % C/N Hasil menunjukkan perubahan signifikan pada karakteristik kimia tanah, terutama peningkatan pH, KTK, dan P-tersedia.
Pengaruh Penambahan Biochar Kulit Kopi dan Abu Valkanis dalam Memperbaiki Sifat Kimia Ultisol Auliadesti, Vivin
Journal Arunasita Vol. 2 No. 1 (2025): Soil Health and Soil Management
Publisher : WBS Laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15315325

Abstract

Ultisol, yang mencakup 25% luas dataran Indonesia, memiliki masalah kesuburan seperti pH masam, rendah bahan organik, dan unsur hara seperti fosfor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan biochar kulit kopi dan abu vulkanis dalam memperbaiki sifat kimia Ultisol. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisika dan Kimia Tanah, Fakultas Pertanian Unand, menggunakan Ultisol dari kebun percobaan Unand kedalaman 0-20 cm. Biochar kulit kopi dan abu vulkanis diberikan dosis 5 ton/ha dan diinkubasi selama satu bulan. Analisis kimia tanah meliputi pengukuran pH, C-organik, P tersedia, N total, dan Kapasitas Tukar Kation (KTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan biochar dan abu vulkanis meningkatkan pH tanah (5.04-6.31), menetralkan keasaman. Biochar secara signifikan meningkatkan kandungan C-organik menjadi 2,5%, menunjukkan peningkatan kesuburan tanah. Peningkatan signifikan dalam P tersedia juga teramati oleh penambahan biochar kulit kopi metode Olsen (17,62 ppm) dan metode Mechlic (15,83) dan abu vulkanis metode olsen dan mechlic (19,69 ppm dan 15,23 ppm). Peningkatan signifikan dalam KTK oleh biochar (17,52 me/100g) menunjukkan peningkatan kapasitas tanah untuk menahan kation. Biochar memberikan hasil tertinggi dalam kandungan N total (0,28%), dan biochar serta abu vulkanis menunjukkan rasio C/N yang rendah dibandingkan kontrol (8,96 dan 11,20), mengindikasikan bahan organik yang yang telah terdekomposisi ditandai dengan tingginya kandungan Nitrogen. 
Karbon Organik Tanah Pada Beberapa Penggunaan Lahan Di Kelurahan Limau Manis Kota Padang Anika, Elsi; Rasyidin, Azwar; Junaidi, Junaidi
Journal Arunasita Vol. 1 No. 1 (2024): Pangan dan Tantangan dalam Era Digital
Publisher : WBS Laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15315264

Abstract

Karbon adalah unsur paling penting dalam ekosistem, karena hampir semua bentuk kehidupan di Bumi bergantung karbon. Ketersediaan karbon organik tanah dipengaruhi oleh pengelolaan lahan, termasuk pengolahan intensif, perubahan hutan menjadi pertanian, dan praktik yang tidak mengembalikan sisa panen.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah kandungan karbon organik tanah pada beberapa penggunaan lahan yang ada di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh Kota Padang. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik purposive random sampling. Sampel tanah di ambil berdasarkan horizon tanah. Parameter yang dianalisis yaitu Tekstur Tanah, C-Organik, Berat Volume, Total Ruang Pori, Respirasi Tanah, C-Biomassa, Konsentrasi karbon organik tanah ditentukan dengan metode Walkley dan Black. Kandungan karbon organik tanah di hitung dari % C-organik, berat volume tanah dan kedalaman tanah. Hasil Penelitian ini menunjukan jumlah kandungan karbon jumlah kandungan karbon organik pada penggunaan lahan hutan,sawit,tegalan dan sawah lapisan top soil atau horizon A dengan kedalaman 0-20 cm, masing–masing yaitu 6,63 kg/m², 3,73 kg/m², 3,68 kg/m² dan 2,41 kg/m². Sedangkan pada penggunaan lahan hutan,sawit,tegalan dan sawah lapisan sub soil atau horizon B dengan kedalaman 20-40 cm, masing–masing yaitu 4,79 kg/m², 2,21 kg/m², 2,81 kg/m² dan 2,29 kg/m2. Jumlah kandungan karbon tertinggi terdapat pada lahan hutan dimana penyerapan CO2 di tumbuhan selain itu juga dikarenakan banyak serasah dari lahan hutan dijadikan bahan untuk penambahan bahan organik pada tanah.
Kajian C-Organik dan Makro Fauna Tanah Sawah Minimum Tillage di Kelurahan Kurao Pagang Kota Padang Rahmi, Hafiza; Hermansah; Gusnidar
Journal Arunasita Vol. 1 No. 1 (2024): Pangan dan Tantangan dalam Era Digital
Publisher : WBS Laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15315287

Abstract

Pengelolaan lahan secara intensif menyebabkan hilangnya lapisan tanah subur dan penurunan kualitas tanah. Minimum Tillage atau pengolahan tanah minimum adalah teknik pertanian yang bertujuan untuk mengurangi gangguan pada struktur tanah dan mempertahankan kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh beberapa dosis kombinasi dari bahan organik dan pupuk sintetis pada tanah sawah minimum tillage terhadap C-Organik dan makro fauna tanah di Kelurahan Kurao Pagang Kota Padang. Penelitian dilakukan dari Januari sampai Juni 2024. Perlakuan yang diberikan yaitu kombinasi bahan organik dan pupuk sintetis, yang terdiri dari 5 perlakuan (A = Tanpa Input (Kontrol), B = Pupuk sintetis (150 g/petak), C = Jerami Padi (6 kg/petak) + Pupuk Kandang Ayam (3 kg/petak), D = Jerami Padi (6 kg/petak) + Pupuk Sintetis (150 g/petak), E = Jerami Padi (6 kg/petak) + Pupuk Kandang Ayam (1,5 kg/petak) + Pupuk Sintetis (75 g/petak)). Unit perlakuan dialokasikan di lapangan berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Parameter yang dianalisis adalah BV, pH, C-Organik, N-Total, Rasio C/N, Stok karbon, Populasi, Keragaman makro fauna, Frekuensi keberadaan jenis, dan Nilai kekayaan jenis. Hasil penelitian terbaik ditunjukkan oleh perlakuan C yang menunjukkan bahwa perlakuan minimum tillage dengan pengembalian jerami padi dalam bentuk mulsa dan pupuk kandang ayam secara signifikan menurunkan BV tanah senilai 0,73 g/cm3 dan meningkatkan kandungan C-Organik hingga 2,20%. Perlakuan kombinasi dengan penambahan pupuk kandang ayam pada perlakuan E menghasilkan populasi makro fauna, keragaman, frekuensi keberadaan jenis, dan nilai kekayaan jenis tertinggi. Hal ini menunjukkan pentingnya pengelolaan tanah yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas tanah dan keanekaragaman hayati dalam tanah.
Respon Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Terhadap Lama Inkubasi Kapur Dolomit Pada Ultisol Sefano, Muhammad Aknil
Journal Arunasita Vol. 2 No. 1 (2025): Soil Health and Soil Management
Publisher : WBS Laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15315352

Abstract

Aluminium merupakan sumber kemasaman utama pada Ultisol. Keracunan Aluminium dapat menghambat perpanjangan dan pertumbuhan akar primer serta menghalangi pembentukan akar lateral dan bulu akar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan Dolomit dalam mendukung pertumbuhan tanaman kedelai pada Ultisol. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Rancangan Acak Lengkap di Rumah Kaca dengan 6 perlakuan (0, 0.5, 1, 1.5, 2, 2.5 x Aldd) dan 4 ulangan. Dari penelitian ini terlihat bahwa peningkatan dosis Dolomit dapat meningkatkan pH tanah dan diiringi dengan penurunan Aldd mulai tampak pada dosis 0,5x Al-dd.
Pertanian Berkelanjutan Berbasis AHP dan Multi-Criteria Decision Analysis: Sebuah Tinjauan Kritis Sefano, Muhammad Aknil
Journal Arunasita Vol. 2 No. 1 (2025): Soil Health and Soil Management
Publisher : WBS Laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15315366

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) dalam mendukung pengambilan keputusan di bidang pertanian berkelanjutan. AHP digunakan untuk menentukan bobot kriteria keberlanjutan secara hierarkis, sementara MCDA mengintegrasikan bobot tersebut dengan data kuantitatif dan kualitatif untuk mengevaluasi alternatif praktik pertanian. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi kedua metode ini efektif dalam menghasilkan keputusan yang holistik, meskipun menghadapi tantangan subjektivitas dan keterbatasan data. Pendekatan partisipatif dan validasi hasil melalui analisis sensitivitas terbukti meningkatkan akurasi dan relevansi keputusan.
Study Of Chemical Properties Of Soil On Gambir (Uncarıa Gambir Roxb) Land Based On Slope İn Nagari Siguntur, Koto XI Tarusan district, Pesisir Selatan regency, Indonesia Kenti, Helda; Rasyidin, Azwar; Gusnidar, Gusnidar
Journal Arunasita Vol. 2 No. 1 (2025): Soil Health and Soil Management
Publisher : WBS Laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15315389

Abstract

Gambier plants (Uncaria gambir.Roxb) are the main plantation commodity in West Sumatra. However, cultivating gambier on steep slopes can cause changes in soil chemical properties. This research aims to examine the chemical properties of soil on gambier land based on slope class in Nagari Siguntur. This research was carried out from June to December 2022. The method used was a survey method with the Purposive Random Sampling technique. Soil samples taken were soil samples on 3 slopes and forest as a control (45%) at a depth of 0-30 cm with 3 replications. The analysis results show the soil pH value is between 3.98–4.47 with very acid criteria. Soil C-Organic content is between 0.86%-1.76% with very low to low criteria. The N-Total content is between 0.26%-0.32% with medium criteria. The P-Available content is between 2.15 ppm-13.54 ppm with very low to low criteria. CEC with a value of 14.39-17.02 cmol/kg with low to moderate criteria. And the exchangeable cations in gambier land are classified as very low criteria.
Perbaikan Sifat Kimia Histosol dengan Penambahan Amelioran Abu Vulkanik dan Biochar Kulit Kopi Nabila, Nabila
Journal Arunasita Vol. 2 No. 1 (2025): Soil Health and Soil Management
Publisher : WBS Laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15315410

Abstract

Histosol merupakan tanah yang terbentuk dari akumulasi bahan organik tanaman yang belum terurai sepenuhnya, biasanya ditemukan di daerah beriklim basah. Meskipun memiliki tinggi kandungan organik, tanah ini sering menghadapi tantangan dalam kesuburan dan stabilitas strukturnya, seperti keasaman yang tinggi, rendahnya kandungan unsur hara, dan kapasitas tukar kation (KTK) yang sangat tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki sifat kimia histosol dengan menggunakan abu vulkanik dan biochar dari kulit kopi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat seberapa efektif perbaikan sifat kimia histosol dengan pemberian amelioran abu vulkanik dan biochat kulit kopi. Abu vulkanik dipilih karena mineralnya yang dapat menurunkan tingkat keasaman tanah dan meningkatkan kesuburan terutama pada ketersediaan fosfor, sementara biochar dari kulit kopi dipilih karena kemampuannya dalam meningkatkan pH tanah, kapasitas tukar kation (KTK) dan nitrogen total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu vulkanik dan biochar secara signifikan memperbaiki kualitas kimia histosol. Abu vulkanik efektif dalam meningkatkan pH tanah dan ketersediaan fosfor, sedangkan Biochar dari kulit kopi meningkatkan kandungan pH, dan kadar nitrogen total. Dengan demikian, penggunaan abu vulkanik dan biochar dari kulit kopi sebagai amelioran menawarkan solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kesuburan Histosol dan mendukung produktivitas pertanian yang lebih baik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya uji lapangan lebih lanjut untuk memvalidasi temuan dari laboratorium dan mengevaluasi dampak jangka panjang dari penggunaan amelioran ini pada ekosistem tanah

Page 1 of 2 | Total Record : 18