tuberkulosis merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global dengan angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Pada tahun 2020 WHO melaporkan terdapat 9,9 juta kasus tuberkulosis di dunia dengan 1,3 juta kematian. Di Provinsi NTT, kasus tuberkulosis masih tinggi, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Tarus yang mengalami peningkatan dari tahun 2020-2022 yaitu dari 43 kasus menjadi 73 kasus. Faktor lingkungan fisik rumah, seperti kepadatan huian, luas ventilasi, pencahayaan, suhu, kelembaban, jenis lantai, dan jenis dinding, berpotensi mempengaruhi kejadian tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan desain case-control dengan pendekatan survei analitik. Populasi penelitian ini terdiri dari kelompok kasus yaitu penderita tuberkulosis dan kelompok kontrol yaitu individu sehat. Sampel penelitian terdiri dari 33 kasus dan 33 kontrol yang dipilih secara simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk menentukan hubungan antar variabel. Terdapat hubungan yang signifikan antara kepadatan hunian (P= 0,000; OR=8,615; 95%CI 2,647 – 28,045) dan luas ventilasi (p value 0,006, OR=4,808, 95%CI 1,667-13,862) dengan kejadian tuberkulosis. Sedangkan, pencahayaan, suhu, kelembaban, jenis lantai, jenis dinding tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian tuberkulosis. Tingginya kepadatan hunian dan luas ventilasi yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko tuberkulosis. Masyarakat diharapkan memperhatikan koondisi rumah sehat dan rutin membuka jendela setiap hari dengan teratur.
Copyrights © 2025