Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan kondisi dimana bayi lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram. BBLR masih menjadi penyebab utama kematian pada bayi. Dampak dari BBLR ini cukup serius dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada bayi baru lahir. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR diantaranya faktor ibu (usia ibu, jarak kehamilan, paritas dan status gizi), faktor plasenta (infrak plasenta, solusio plasenta dan plasentitis vilus), faktor janin (kelainan kromosom, disautonomia familia dan kehamilan ganda) dan faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang Tahun 2024. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. Populasinya seluruh bayi baru lahir di RSUD Depati Hamzah dengan kasus dari tahun 2022- Agustus 2024 sebanyak 45 kasus. Sampel untuk perbandingan kasus dan control adalah 1:2 yaitu 45 responden sebagai kasus dan 90 respoden sebagai control. Teknik sampling yaitu teknik non-probability sampling dengan teknik consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan tanggal 7 November- 13 November 2024 di RSUD Depati Hamzah. Analisis data menggunakan uji chi square dengan hasil uji univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara faktor usia ibu (p-value = 0,040), jarak kehamilan (p-value = 0,008) dan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan (p-value = 0,098), paritas (p-value = 0,066), status gizi (p-value = 0,073) dengan kejadian BBLR di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang tahun 2024. Saran dari penelitian ini adalah diharapkan bagi institusi Kesehatan lebih dapat meningkatkan program penyuluhan tentang kesehatan khususnya BBLR guna memberikan informasi program informasi sebagai sumber pengetahuan yang paling mudah diterima masyarakat.
Copyrights © 2025