Anak usia sekolah tidak lepas kaitannya dengan jajanan. Makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang dijual oleh pedagang di jalanan atau tempat umum yang langsung dimakan tanpa pengolahan lebih lanjut. Jajanan akan berdampak negatif jika tidak terjamin kebersihan serta keamannya dan hal tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan. Kebiasaan anak-anak dalam mengonsumsi jajanan sangat berpengaruh terhadap perilaku konsumsi jajanan yang dapat menggambarkan kebiasaan makan dari individu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi jajanan tidak sehat pada anak usia sekolah di SD Negeri 15 Pangkalpinang Tahun 2024. Â Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan dengan cara membagikan kuesioner pada 72 siswa kelas IV dan V di masing-masing ruang kelas pada tanggal 04 November - 08 November 2024. Data yang terkumpulkan kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menujukkkan bahwa ada hubungan antara faktor pengetahuan (p=0,008), kebiasaan membawa bekal (p=0,013), kebiasaan sarapan pagi (p=0,003), jumlah uang saku (p=0,002) dan pengaruh teman sebaya (p=0,027) dengan perilaku konsumsi jajanan tidak sehat pada anak usia sekolah di SD Negeri 15 Pangkalpinang Tahun 2024. Disarankan bagi institusi pelayanan kesehatan dan institusi pendidikan agar dapat memberikan edukasi serta pemahaman terkait konsumsi makanan jajanan pada siswa-siswi, orang tua/ wali murid, guru-guru dan tenaga pendidik lainnya sehingga dapat membatasi konsumsi jajanan yang berlebihan pada anak usia sekolah.
Copyrights © 2025