Pelaksanaan komunikasi interpersonal yang dilakukan tim pendamping keluarga kepada kelompok sasaran stunting dapat membantu meningkatkan perilaku pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 - Januari 2023. Pengumpulan data menggunakan FGD (Focus Group Discussion), observasi dan wawancara mendalam. Penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik masing-masing anggota tim pendamping sebagai komunikator sangat bervariasi. Komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh tim pendamping keluarga dengan kelompok sasaran sudah terlaksana secara efektif karena sebagian besar komunikasi meliputi sikap terbuka, empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan saat pendampingan. Komunikasi interpersonal yang efektif dapat membantu mengaktifkan dan menjembatani kelompok sasaran dalam pencegahan stunting. Peran tim pendamping keluarga untuk memberdayakan kelompok sasaran dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan, memberikan dorongan dan tips kesehatan, sedangkan upaya menjembatani kelompok sasaran dilakukan dengan memberikan konseling dan memfasilitasi kelompok sasaran untuk memperoleh pelayanan kesehatan berbasis keluarga di rumah. Masalah kurangnya tenaga kesehatan yang aktif untuk turut serta memberikan pendampingan keluarga di lapangan bersama kader merupakan fenomena yang menjadi kendala dalam pemberian pendampingan keluarga. Komunikasi interpersonal di wilayah kerja Puskesmas Wonokusumo terlaksana secara efektif karena meliputi sikap keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan dalam berkomunikasi.
Copyrights © 2025