Ketersediaan darah untuk transfusi masih menjadi tantangan di Indonesia, dengan defisit sekitar 500 ribu kantong per tahun. Salah satu faktor memengaruhi ketersediaan darah yakni tingkat pengetahuan serta minat masyarakat dalam mendonorkan darah. Penelitian ini bertujuan agar menganalisis tingkat pengetahuan serta minat masyarakat di Kelurahan Tamparang Keke terhadap donor darah. Penelitian ini memakai desain deskriptif kuantitatif dengan populasi semua masyarakat Kelurahan Tamparang Keke. Sampel diambil secara random sebanyak 96 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang telah diuji reliabilitas dan validitasnya, serta dilengkapi wawancara serta observasi. Analisis data dilakukan memakai statistik deskriptif dengan bantuan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 70% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai donor darah, 14% cukup, dan 16% kurang. Sementara itu, sebanyak 72% responden memiliki minat tinggi untuk mendonorkan darah, 19% sedang, dan 9% rendah. Hasil ini menunjukkan tingkat pengetahuan serta minat donor darah masyarakat Kelurahan Tamparang Keke memiliki pengetahuan yang baik dan minat tinggi terhadap kegiatan donor darah. Kesimpulan penelitian ini menyatakan jika makin tinggi tingkat pengetahuan seseorang tentang donor darah, semakin tinggi pula minatnya untuk berdonor. Namun, masih terdapat kendala seperti ketakutan, mitos, dan keterbatasan informasi yang mempengaruhi minat masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang lebih intensif serta kemudahan akses layanan donor darah agar partisipasi masyarakat meningkat.
Copyrights © 2025