Laporan operasi penting untuk menjamin mutu tindakan medis, penggantian biaya pelayanan kesehatan oleh asuransi kesehatan sampai untuk kepentingan di pengadilan. Laporan operasi harus lengkap 100% sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal rekam medis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kelengkapan pengisian laporan operasi pasien bedah saraf di Rumah Sakit X Bandung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 600 rekam medis pasien bedah saraf bulan Januari – Juni 2024. Menggunakan rumus slovin didapatkan sampel sebanyak 86 rekam medis. Pengumpulan data menggunakan tabel ceklis observasi. Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan pengisian laporan operasi pasien bedah saraf bagian identifikasi pasien sebesar 99,5%, bagian laporan penting sebesar 96,3%, bagian autentikasi sebesar 99,67%, dan bagian pendokumentasian yang benar sebesar 93,67%. Berdasarkan hasil wawancara, faktor ketidaklengkapan pengisian laporan operasi adalah belum adanya SOP pengisian laporan operasi, ketidaktelitian dokter atau perawat dalam mengisi laporan operasi, serta belum optimalnya rekam medis elektronik dalam mendukung pengisian laporan operasi secara elektronik. Kelengkapan pengisian laporan operasi di Rumah Sakit X Bandung sudah dapat dikatakan bagus, tetapi masih belum optimal karena persentase kelengkapan belum mencapai 100%.
Copyrights © 2025