Pemeriksaan hematologi dilaboratorium cukup sering dilakukan, seperti kadar darah hemoglobin, hematokrit, indeks sel darah merah, jumlah sel darah merah, jumlah sel darah putih dan jumlah trombosit. Pemeriksaan hematologi digunakan sebagai dasar perawatan pasien. Oleh karena itu pemeriksaan hematologi ini harus dilakukan dengan baik dan benar terutama pada sampel darah yang sudah diambil harus segera dilakukan pemeriksaan, karena stabilitas sampel dapat berubah. Waktu tunda mempengaruhi jumlah sel darah merah, dan semakin lama penundaan, semakin rendah jumlah sel, karena sel mengalami hemolisis atau kematian selama penundaan, dan sel mengalami perubahan biokimia, biomekanik dan reaksi imunologi yang menyebabkan kerusakan struktural dan morfologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nilai eritrosit dan hematokrit yang diperiksa segera dan ditunda selama 1,2 dan 3 jam. Peneltian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Quasi experiment design pada 10 reponden yang diambil darahnya secara Accidental sampling. Sampel yang diambil yaitu mahasiswa TLM angkatan 2017, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Hasil penelitian didapatkan berdasarkan hasil uji One Way Anova pada pemeriksaan eritrosit menunjukan nilai.Sig 0.417> ???? (0.05) adapun pada pemeriksaan hematokrit menunjukan nilai .Sig 0.502 > ???? (0.05). Demikian dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan secara signifikan pada pemeriksaan jumlah eritrosit dan hematokrit terhadap perlakuan sampel segera diperiksa maupun ditunda selama 1, 2, dan 3 jam.
Copyrights © 2025