Kecelakaan kerja di sektor manufaktur masih menjadi permasalahan serius terutama akibat unsafe action yang dilaksanakan pekerja. Unsafe action mencakup tindakan tidak aman misalnya tidak mempergunakan alat pelindung diri (APD), bekerja dengan postur yang salah, serta mengabaikan prosedur keselamatan. Studi yang dilaksanakan bertujuan dalam mengidentifikasi hubungan antara unsafe action dan kecelakaan kerja di industri manufaktur. Metode yang dipergunakan yaitu studi literatur dengan meninjau artikel yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025 menggunakan kata kunci "unsafe action" "kecelakaan kerja" dan "manufaktur". Dari temuan riset, ditemukan jika unsafe action memiliki hubungan yang signifikan dengan kecelakaan kerja, di mana kian tinggi frekuensi unsafe action, sehingga semakin besar risiko pekerja mengalami kecelakaan. Faktor utama yang berkontribusi terhadap unsafe action meliputi rendahnya kesadaran akan K3, tekanan kerja yang tinggi, kelelahan, kurangnya pengawasan, serta tidak optimalnya penerapan prosedur keselamatan.
Copyrights © 2025