Depresi ditandai dengan perasaan sedih, hilangnya minat dan kesenangan, perasaan bersalah atau merasa rendah diri, gangguan tidur atau makan, dan berkurangnya konsentrasi. Mahasiswa Fakultas Kedokteran memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya depresi, karena mahasiswa kedokteran memiliki masa studi yang lama dan berat, ketidakpuasan terhadap pencapaian akademik, jauh dari keluarga, serta mahasiswa berada pada kelompok usia dengan kejadian depresi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran depresi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2023. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara dengan menggunakan kuesioner DASS-42 (Depression, Anxiety, Stress Scales 42). Dari 238 responden, mayoritas mahasiswa berjenis kelamin perempuan (72,7%), dengan usia rata-rata adalah 19 tahun. Berdasarkan tingkat depresi, mahasiswa yang tidak mengalami depresi sebesar 71,8%, depresi ringan 11,3%, depresi sedang 13,9%, depresi parah 1,7%, dan depresi sangat parah 1,3%. Mahasiswa laki-laki memiliki persentase depresi lebih tinggi. Gambaran tingkat depresi berdasarkan jenis kelamin, persentase depresi ringan dan parah lebih banyak terjadi pada mahasiswa perempuan (11,6% dan 1,7%), sedangkan depresi sedang dan sangat parah lebih banyak terjadi pada mahasiswa laki-laki (23,1% dan 1,5%). Pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2023, didapatkan (28,2%) mahasiswa mengalami depresi dan depresi sedang yang paling banyak terjadi. Diperlukan perhatian dan penanganan pada mahasiswa yang mengalami depresi, baik depresi ringan, sedang, parah, dan sangat parah, untuk mencegah dampak buruk dari depresi.
Copyrights © 2025