Anak dengan down syndrome mengalami keterlambatan perkembangan bahasa, khususnya dalam kosakata dan kemampuan ekspresif. Metode drill, yang berfokus pada latihan berulang, dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode drill terhadap peningkatan kosakata pada anak dengan down syndrome. Penelitian ini menggunakan desain ekspresimen one group prettest – posttest dengan sampel sebanyak 20 anak down syndrome di Surakarta yang dipilih menggunakan purposive sampling dan kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan bahasa ekspresif setelah intervensi. Metode drill terbukti efektif dalam meningkatkan kosakata anak down syndrome dan dapat digunakan sebagai strategi dalam terapi wicara. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi tenaga terapi wicara, institusi pendidikan, dan orang tua dalam mendukung perkembangan bahasa anak berkebutuhan khusus.
Copyrights © 2025