Depresi memengaruhi pasien gangguan jiwa sehingga mengalami sedih berkepanjangan dan kehilangan minat dalam berkegiatan. Depresi yang tidak dikendalikan menyebabkan banyak orang memutuskan bunuh diri. Terapi seni melukis, adalah pilihan yang baik untuk penderita depresi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi seni melukis terhadap tingkat depresi pasien gangguan jiwa di PSBL HS 1 Cengkareng Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode quasi pre experimental, two-group pretest-postest design dengan sampel 79 partisipan. Analisa univariat dan bivariat menggunakan wilcoxon signed rank test dan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan pasien gangguan jiwa sebelum terapi melukis mengalami tingkat depresi ringan (84.8%), tetapi setelah terapi melukis menjadi tidak depresi (50.6%). Pasien gangguan jiwa setelah terapi melukis pada kelompok intervensi mengalami penurunan nilai mean sebesar 53,05% secara bermakna (p < 0,05), sedangkan pada kelompok kontrol menunjukkan peningkatan 4,29% secara bermakna (p > 0,05). Terdapat pengaruh terapi melukis terhadap tingkat depresi pasien gangguan jiwa secara bermakna (p < 0,05). Tidak ada hubungan bermakna antara karakteristik pasien dengan tingkat depresi pasien gangguan jiwa (p > 0,05).
Copyrights © 2025