Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh latihan plyometric depth jump dan knee tuck jump dalam meningkatkan kemampuan melompat pada pemain bola basket. Kemampuan melompat merupakan faktor penting dalam permainan bola basket, terutama dalam melakukan shooting dan blocking. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada dua kelompok. Sebanyak 20 pemain bola basket dibagi secara acak ke dalam dua kelompok, di mana kelompok pertama diberikan latihan depth jump dan kelompok kedua diberikan latihan knee tuck jump selama enam minggu. Pengukuran kemampuan melompat dilakukan menggunakan tes vertical jump sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan melompat. Namun, latihan depth jump menunjukkan peningkatan yang lebih besar dibandingkan dengan knee tuck jump. Temuan ini menunjukkan bahwa depth jump lebih efektif dalam meningkatkan daya ledak otot tungkai dan kemampuan melompat pada pemain bola basket. Kesimpulan dari penelitian ini adalah latihan plyometric dapat digunakan sebagai strategi peningkatan performa atlet bola basket, dengan depth jump sebagai pilihan latihan yang lebih optimal.
Copyrights © 2025