Pengangguran muda (15-24 tahun) merupakan masalah krusial dengan dampak signifikan pada ekonomi dan kesejahteraan sosial. Salah satu indikator penting adalah durasi pencarian kerja, yang mencerminkan efisiensi pasar tenaga kerja. Namun, studi mendalam pada tingkat provinsi di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi durasi pencarian kerja pengangguran muda di Provinsi Jambi, dengan fokus pada strategi pencarian kerja dan variabel demografis lainnya. Penelitian menggunakan data mikro dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2023. Analisis regresi linear berganda (OLS) diterapkan untuk mengidentifikasi hubungan antara durasi pencarian kerja dan 12 variabel independen, termasuk tingkat pendidikan, strategi pencarian kerja, dan status demografis. Hasil menunjukkan bahwa strategi pencarian kerja seperti menghubungi perusahaan atau mengirim CV dan mendaftar pada bursa kerja secara signifikan memperpendek durasi pencarian kerja. Sebaliknya, variabel seperti tingkat pendidikan menengah dan mengumpulkan modal cenderung memperpanjang durasi pencarian. Faktor demografis seperti usia dan status perkawinan juga memberikan pengaruh signifikan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan bursa kerja dan membangun adanya lembaga khusus untuk memberikan pelayanan ketenagakerjaan bagi usia muda untuk pembinaan, bimbingan dan pengembangan SDM anak muda. Penelitian ini menawarkan kontribusi baru melalui fokus pada pengangguran usia muda dengan analisis tingkat provinsi serta memperkenalkan strategi pencarian kerja sebagai variabel independen
Copyrights © 2025